728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 30 Desember 2013

Parpol Mulai Memanaskan Mesin Politik

Menjelang tahun 2014, partai politik mulai memanaskan mesin politiknya untuk mensosialisasikan para calon legislatif mereka. Partai Amanat Nasional (PAN) memanfaatkan acara pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jakarta Utara untuk konsolidasi internal dengan menghadirkan tokoh Amien Rais.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PAN, Amien Rais, di acara pelantikan DPD PAN Jakarta Utara yang digelar di Gedung Olahraga Jakarta Utara, Sabtu (28/12), menyemangati para caleg dan kader PAN dengan menargetkan empat besar perolehan suara pada pemilu 2014. “Syukur-syukur bisa lebih tinggi dari itu,” kata Amien.
PAN masih konsistem mengusung tema kedaulatan ekonomi dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih. Menurut Amien, negara kita hingga kini ekonominya belum berdaulat penuh karena masih banyak sektor ekonomi strategis yang dikuasai asing.
Semua itu diharapkan bisa terwujud jika PAN setidaknya bisa masuk peringkat empat besar dalam Pemilu 2014. Amien kali ini didatangkan di acara tingkat DPD dengan tujuan untuk membantu sosialisasi caleg PAN, sekaligus memberi semangat kepada ribuan kader yang datang.
Walaupun acara tersebut mengerahkan ribuan kader, namun PAN tak mau disebut curi start kampanye. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Didi Supriyanto mengatakan, acara tersebut merupakan kegiatan internal PAN yang bertujuan untuk memanaskan mesin parpol.
“Biar mesin parpol siap bergerak menjelang Pemilu 2014,” kata Didi. Strategi sosialisasi caleg PAN dengan mengerahkan kader ini diharapkan efektif untuk membantu para caleg untuk siap-siap menghadapi tahun politik.

Saksi bergerak
PAN termasuk parpol yang sudah mulai menggerakkan saksi-saksi yang akan terlibat mengawasi jalannya Pemilu nanti. Mereka tak hanya bekerja di hari-H Pemilu, tapi sudah efektif menggalang kekuatan dan menjadi penggerak utama mesin parpol yang langsung berhubungan dengan masyarakat.
“Kalau di PAN istilah mereka relawan. Mereka saat ini sudah bergerak tapi belum dibayar karena konsepnya mereka relawan,” kata Didi. Parpol akan membiayai satu orang saksi untuk tiap TPS. Diharapkan, dalam satu TPS ada empat hingga lima saksi yang sisanya harus ditanggung para caleg.

Keberadaan saksi ini penting karena mereka juga bisa berfungsi menjadi pengawas, misalnya jika ada politik uang yang dilakukan partai lain mereka bisa melaporkannya. Didi juga mengakui, tiap caleg di PAN rata-rata menyiapkan modal untuk kampanye berkisar Rp 300 juta.

Strategi yang sama juga diterapkan di Gerindra. Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman, mengatakan, Gerindra bahkan kini sudah membayar para saksi yang akan ditempatkan di TPS. “Saksi ini dibiayai caleg dan biaya caleg ini salah satu komponen yang menguras dana caleg,” kata Habib.

Saat ini para saksi di Gerindra sudah diaktifkan di tiap TPS karena mereka juga menjadi ujung tombak sosialisasi. “Para saksi sudah direkrut, ada pelatihan dan pemberian atribut. Mereka ini sekaligus akan berperan mengorganisir dan mengkonsolidasi kekuatan,” kata Habib yang secara pribadi sebagai caleg Gerindra harus menyiapkan saksi untuk 13.000 TPS.

Dari sisi anggaran TPS saja sudah tinggi, belum misalnya pembuatan kalender dan kaos untuk sosialisasi. Karena itu, di Gerindra tiap caleg akan menghabiskan sekitar Rp 400 juta – Rp 500 juta.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang, Samsudin, mengatakan di PBB tak semua caleg mengeluarkan dana besar. “Di PBB, kisarannya puluhan juta sampai ratusan juta. Ada juga yang hingga kini belum keluar dana untuk sosialisasi, mungkin caleg seperti ini mainnya pas injury time,” kata Samsudin.

Habiburokhman mengakui, dana yang dikeluarkan tiap caleg memang besar dan membuat biaya politik dipandang terlalu mahal. “Sebenarnya kita tak suka dengan sistem seperti ini. Kondisi ini sudah telanjur dibuat oleh rezim lama,” kata Habib. (adm)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: Parpol Mulai Memanaskan Mesin Politik Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM