728x90 AdSpace

Latest News
Selasa, 03 Desember 2013

Komunitas Tuna Rungu Mempetisi Mensos dan Mendikbud

Bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada hari ini Selasa (3/12/2013), Komunitas Tuna Rungu mempetisi dua orang menteri yang dianggap diskriminatif. Petisi ini diinisiasi Cucu Saidah, yang sebelumnya sukses dengan petisi menolak diskriminasi disabilitas oleh Garuda Airlines.
Cucu Saidah kini membantu komunitas tuli untuk mempetisi Salim Segaf Al Jufri selaku Menteri Sosial dan juga Mohammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.‬

Cucu menyebarkan petisi ini bertepatan pada Hari Disabilitas Internasional yang jatuh hari ini, 3 Desember 2013. Tahun ini, peringatan tersebut mengambil tema Break Barriers, Open Doors: for inclusive society and development for all.‬
‪"Sambil memperingati hari bersejarah ini, mari kita bersama menghapuskan hambatan-hambatan yang dialami disabilitas," kata Cucu.‬

Satu contoh barrier, lanjut Cucu, adalah berbahasa. Menurutnya ini adalah hak paling mendasar manusia. "Kita ingin bicara dalam bahasa kita yang dimengerti siapa pun. Namun tak begitu bagi teman-teman kita yang tuli. Untuk menggunakan bahasa isyarat saja, masih tertindas!" tegasnya dalam petisi itu.‬
‪Cucu menceritakan bahwa saat rapat mengenai penerjemahan materi berita TV, Kemensos dan Kemdikbud memutuskan secara sepihak untuk menggunakan bahasa yang mereka sebut KOMTAL atau Komunikasi Total.‬
‪"Mereka bilang, inilah metode terbaik untuk tuna rungu. Padahal, ini dibuat oleh orang-orang yang bukan runa rungu! Kalau Anda tanya, komunitas Tuna Rungu, bahasa ibu mereka adalah BISINDO (Bahas Isyarat Indonesia), bahasa yang dikembangkan mereka sendiri," cetus Cucu.‬
‪Pendiri Change.org Indonesia, Usman Hamid menyatakan "Setelah Cucu memenangkan petisi yang mengubah diskriminasi dalam maskapai penerbangan dan Trian Airlangga yang tunanetra memenangkan petisi atas bank swasta, maka kini saatnya pemerintah mengambil langkah lebih nyata bagi komunitas disabilitas untuk mendapatkan hak sama dengan masyarakat lainnya. "‬

Dalam keseharian, BISINDO diadaptasi sebagai bahasa oral yang dipakai oleh para disabilitas yang terkendala bahasa. Cucu berharap petisi yang baru diluncurkan ini juga meraih dukungan masyarakat. Cucu mengajak publik menandatangani petisi www.change.org/akuiBISINDO. (*)
me@amirsodikin.com









  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: Komunitas Tuna Rungu Mempetisi Mensos dan Mendikbud Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM