728x90 AdSpace

Latest News
Kamis, 26 Desember 2013

Ketika Tahapan Pemilu Berhenti di Hari Cuti

Libur di hari cuti bersama sebenarnya memang tak ada yang melarang. Bahkan, itu berarti telah mengikuti anjuran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Hmm tapi bagaimana jika liburnya ketika menjelang tenggat waktu dalam tahapan Pemilu?

Kemarahan dengan berbagai cara itulah yang kemarin diekspresikan beberapa pihak yang kaget ketika KPU ternyata libur pada Kamis (26/12). Padahal, hari kemarin merupakan tahapan krusial menjelang satu hari ‘deadline’ penyerahan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye.

Siang kemarin Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), M Afifudin, dengan penuh percaya diri datang bersama Koordinator Pemantauan JPPR, Sunanto, ke KPU. Mereka berdua telah menunda cuti pribadi mereka demi satu cita-cita: ikut memantau jalannya tahapan penyerahan laporan dana kampanye dari parpol ke KPU.

“Lho kok sepi?” tanya Afifudin kepada beberapa orang wartawan yang sudah datang lebih dulu. “KPU libur Mas,” jawab seorang wartawan. “Lho, memangnya tahapan pemilu berhenti di hari cuti?” sindir Afifudin.

Para wartawan terkekeh-kekeh mendengar Afifudin yang serius. Canda para wartawan semakin membahana ketika para fotografer satu per satu baru berdatangan ke KPU yang sepi. “Katanya ada validasi surat suara jam 14.00 nanti? Kok sepi KPU-nya?” tanya seorang fotografer.

Dua agenda itulah yang membuat pemantau dan awak media terus berdatangan ke KPU sejak pagi. Afifudin pun mulai berulah. Ia memasang status galak di BlackBerry Messenger dan tampaknya dalam beberapa saat langsung menuai respons.

“KPU ini mau dipantau kok libur? Harusnya help desk dana kampanye tetap bekerja karena besok batas akhir pelaporan. PAN mau lapor gak ada yang menenerima,” begitu status Afifudin di BBM.

“Pemantau kesregepen (terlalu rajin),” begitu sindir balik dari Hasyim Asyari, pengamat pemilu dari Universitas Diponegoro. “Hari ini kan libur tanggal merah,” begitu komentar salah seorang anggota KPU di daerah.

Tak semua anggota KPU daerah sinis dengan status Afifudin. Beberapa KPU berkirim pesan balik untuk menginformasikan mereka tetap ngantor walaupun libur, demi melayani peserta Pemilu yang akan memberikan laporan. “@Officie (di kantor),” begitu status anggota KPU daerah lainnya menjawab status Afifudin.

Tak hanya pemantau yang “kesregepen”. Partai Amanat Nasional (PAN) juga “kesregepen”, sehari sebelumnya telah menginformasikan kepada para wartawan bahwa tanggal 26 Desember kemarin akan menyerahkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye. Janji itu dipenuhi PAN, namun mereka terkejut karena tak ada yang melayani di KPU.

“Kalau tanggal 25 Desember libur kami maklum, tapi sekarang kan bukan tanggal merah di kalender umum,” kata Didi Supriyanto, Ketua DPP PAN. PAN mendatangi KPU pukul 10.30 WIB dengan membawa segepok laporan penerimaan sumbangan berikut pengeluarannya.

Hari itu sudah dinanti-nanti para pengurus PAN karena parpolnya akan menjadi parpol kedua yang melaporkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye setelah Partai Nasdem. Namun harapan itu sirna. Padahal, Didi juga sudah ditelepon para kolega dan kader PAN yang menjadi caleg untuk mewanti-wanti partainya benar-benar melaporkan dana kampanye tepat waktu, kalau bisa lebih awal agar perbaikanya lebih leluasa.

“Tadi beberapa orang telepon ke saya, menanyakan dan mengingatkan pentingnya memberikan laporan dana kampanye ke KPU,” kata Didi. Sebelumnya, Didi memang menghimbau khususnya kepada caleg agar proaktif mendorong dan memastikan parpol benar-benar melaporkan semua tahapan dana kampanye ke KPU.

Jika parpol lupa atau lalai tak menyerahkan laporan, maka caleg yang sudah memberikan laporan ke parpol, tetap akan didiskualifikasi oleh KPU, atau tak ditetapkan menjadi caleg terpilih oleh KPU. Hanya saja, Didi bisa berlega hati karena untuk deadline besok KPU belum menerapkan sanksi mengerikan itu.

Sanksinya hanya akan dipublikasikan di website KPU, baik yang sudah menyerahkan maupun yang belum. Didi bermaksud membuat terobosan untuk berlomba-lomba mempercepat pelaporan ke KPU. Namun, apa daya, tahapan pemilu itu harus berhenti di hari cuti bersama. (AmirSodikin.com)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: Ketika Tahapan Pemilu Berhenti di Hari Cuti Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM