728x90 AdSpace

Latest News
Selasa, 08 Oktober 2013

Pemilu 2014 : Kedaulatan Enkripsi Lokal Juga Penting

Keterlibatan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dalam pengamanan perjalanan data Pemilu 2014 dengan enkripsi kini dipertanyakan banyak pihak. Namun, jika merujuk pada kedaulatan sebagai bangsa mandiri, memang terlalu riskan jika enkripsi atau penyandian perjalanan data Pemilu diserahkan kepada teknologi luar negeri.

Hingga kini, Lemsaneg di hadapan DPR belum memberikan detail apa saja yang akan mereka lakukan. Namun, untuk memastikan tak ada mata-mata dalam keamanan data Pemilu 2014, keterlibatan Lemsaneg dalam pengamanan data harus diawasi dan dibatasi pada teknologi enkripsi semata.

Demikian yang tersirat dalam percakapan dengan Sekretaris Umum Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Irwin Day, dan juga Anggota DPR RI Komisi I, Nuning Kertopati, di Jakarta, Senin (7/10).

Irwin memaparkan selama ini teknologi enkripsi yang ada di pasaran merupakan teknologi luar negeri. "Soal kedaulatan TI ini penting banget. Selama ini kita menggunakan teknologi dari luar untuk enkripsi," kata Irwin.

Berarti mereka yang membuat enkripsinya, mereka juga pegang kuncinya. Jika mau, pihak luar tersebut bisa saja membongkar perjalanan datanya. Walaupun hal itu sangat pantang dilakukan dalam praktik bisnis keamanan data.

Kunci publik-nya dikasih ke KPU, tapi kunci privatnya mereka tetap pegang. Itu berarti, jika pihak luar mau menyusup ke sebuah sistem terinkripsi KPU, bisa saja karena mereka pegang kuncinya. "Itu kalau kita berfikir yang buruk-buruk. Keamanan kan memang selalu berfikir ke hal terburuk," jelas Irwin.

Karena itu, kemandirian enkripsi dalam konteks kemanan dalam negeri sangat penting untuk memastikan pihak luar tidak menyadap data kita. "Tapi kalau kita yang pegang teknologinya, mau menyadap data kita maka dia harus membongkar kodenya dan itu tidak mudah," jelas Irwin.

Seperti diberitakan Kompas, enkripsi teknologi informasi dan komunikasi Pemilu 2014 akan dibuat Lemsaneg. Hingga kini belum dipastkan teknologi mana saja yang akan dipasangi enkripsi. Satu hal yang dikhawatirkan, Lemsaneg akan memata-matai pergerakan data karena dia yang membuat enkripsi dan yang bisa membukanya.

Namun, hal itu tak akan terjadi jika Lemsaneg hanya murni memegang teknologi enkripsi. "Dalam enkripsi ada dua kunci, yaitu kunci publik dan kunci privat. Walau kita memegang salah satunya, maka tak bisa untuk membukanya, " kata Irwin.

Jika setiap parpol memegang kunci privat, maka tingkat keamanannya akan lebih baik dan lebih fair. Jika ada persoalan, mereka baru menyerahkan kunci privat masing-masing parpol sehingga enkripsi data baru bisa dibuka.

Terhadap kekhawatiran Lemsaneg akan menyalahgunakan data, jika kewenangan hanya pada teknologi enkripsi, tanpa menguasai perangkat secara fisik, maka hal itu tak bisa dilakukan. "Memungkinkan kalau yang punya data kasih kunci privatnya. Kalau kunci privat tak diberikan, tak bisa dilakukan, karena itulah pentingya kunci privat dipegang para pihak yang berkepentingan," kata Irwin.

Aplikasi yang digunakan juga harus memiliki sumber terbuka yang bisa dilihat ahli keamanan. Setidaknya jika diminta auditor keamanan, pihak KPU-Lemsaneg mau memberikan sumber kodenya sehingga bisa dicek dan dipastikan aplikasi tersebut fair dan tak ada program mata-mata..

Masalahnya, hingga kini publik belum tahu apa saja yang akan dilakukan Lemsaneg, apakah sekadar menawarkan produk enkripsi ataukah termasuk menyediakan tenaga administrator pusat data dan jaringan. Lemsaneg nantinya harus dibatasi keterlibatannya hanya sebatas pada produk enkripsi.

Anggota Komisi I DPR RI, Nuning Kertopati, mengatakan DPR hingga kini masih menunggu Lemsaneg untuk mempresentasikan detail standard operational procedure (SOP) dan teknik pengamanan yang akan dilakukan. "Setelah Lemsaneg memaparkan detail pengamanan nanti, baru akan kita putuskan bersama apakah layak atau tidak," kata Nuning.

Jika layak, rapat pun sepakat untuk dibentuk semacam tim pengawas atau auditor TI yang terdiri dari pakar TI yang independen. Soal siapa saja yang akan mengisi jajaran tim auditor, DPR belum membicarakan detailnya. "Mengenai kapan Lemsaneg akan presentasi, belum bisa dipastikan. Kami sudah meminta secepatnya," kata Nuning. (AmirSodikin.com)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pemilu 2014 : Kedaulatan Enkripsi Lokal Juga Penting Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM