728x90 AdSpace

Latest News
Selasa, 22 Oktober 2013

KPU Besok Optimistis Bisa Tetapkan DPT

Setelah melalui dinamika perdebatan berbulan-bulan, akhirnya hari ini, Rabu (23/10), direncanakan KPU akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kantor KPU, Jakarta. Rapat pleno akan dimulai sekitar pukul 14.00. Walaupun, sehari menjelang penetapan DPT, masih banyak dijumpai berbagai persoalan.

Demikian dikatakan Ferry Kurnia Rizkiyansyah usai diskusi di Media Center KPU, Jakarta, Selasa (22/10). "Kita sebagai lembaga yang menyeelenggarakan Pemilu harus optimistis dengan dinamika yang ada," kata Ferry.

Ferry menegaskan, DPT yang akan ditetapkan hari ini merupakan tonggak sejarah bagi Indonesia karena sekian kali menyelenggarakan Pemilu, baru kali ini memiliki data yang terkumpul dalam satu basis data. Selain itu, basis data tersebut juga dipublikasikan secara daring sehingga semua warga punya kesempatan untuk mengecek.

"Kita sudah sangat terbuka dengan proses yang kita lakukan. Walaupun ada proses analisis yang beda, mulai DAK2, DP4 hingga DPT, itu semua jadi rangkaian yang sudah diketahui publik. Walaupun diakui memang masih banyak temuan," kata Ferry.

DAK2 adalah Data Agregat Kependudukan per Kecamatan, sedangkan DP4 adalah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu, keduanya versi Kementerian Dalam Negeri.

Transparansi KPU dilakukan dengan mempublikasikan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) secara daring. Dengan sistem daring, banyak anomali dan kesalahan data bisa segera dikoreksi secara cepat. Bahkan, penemuan kesalahan dan perbaikan kesalahan melebihi kecepatan lembaga pemantau.

"Upaya yang kita lakukan sangat terbuka dan transparan, bahkan yang menemukan data anomali dan data ganda malah kita. Kita temukan, kita bereskan. Kita crosscheck ke daerah agar mereka menyadari masalah tersebut," kata Ferry.


Kerja orang-orang yang mewujudkan Sidalih, menurut Ferry, bukan main-main. "Kalau toh saya boleh berbangga, ini aktivitas yang baru pertama kali ada dalam sejarah Indonesia. Pemilukada pun datanya masih berserakan. Kita sekarang sudah bisa cek data pemilih di Sidalih," jelas Ferry.

Ferry menyadari, masih ada kekurangan di sana. Karena itu, peran warga sangat diharapkan untuk perbaikan. Parpol yang berkepentingan, bisa dengan mudah mencetak data DPT per TPS seluruh Indonesia.

"Bisa dicek langsung, ada enggak manipulasi di sana. Silakan diinfokan jika ada. Kami ingin juga dibantu dengan menyuguhkan data yang riil dan valid. Karena ini urusannya data, maka harus ada pembanding data," kata Ferry.

Anggota Badan Pengawas Pemilu, Daniel Zuchron, mengatakan kerja KPU harus kita hargai dalam hal keterbukaan. "Tapi dalam hal akurasi banyak catatan," kata Daniel.

Kerja luar biasa dalam penetapan pemilih telah dilakukan para Pantarlih seluruh Indonesia. "Walaupun masih banyak masalah, yang penting terbuka. Karena kalau enggak terbuka, orang akan bingung. Data naik turun seperti roller coaster. Tapi kalau ada penjelasannya, enggak masalah. Indonesia raya ini sangat luas, di lapangan banyak masalah," kata Daniel.

Pemilih luar negeri
Terkait kritik DPT Luar Negeri, Ferry mengatakan pihaknya membutuhkan data riil yang bisa digunakan untuk pengecekan di lapangan. Temuan Migrant Care soal banyaknya pemilih luar negeri yang belum masuk DPT, harusnya bisa segera ditindaklanjuti jika datanya diberikan secara detail.

"Data 60 persen yang belum masuk DPT Luar Negeri itu dari mana? Kalau ada datanya, kita bisa crosscheck di lapangan. Karena ini berkaitan dengan data, sebaiknya jika ada masalah juga harus disampaikan datanya mana," kata Ferry.

Berdasarkan data DAK2 saja, jumlah orang di luar negeri hanya 4 juta, itu sudah termasuk anak-anak dan yang belum berhak memilih. "DP4-nya 2,1 juta. Sedangkan DPT yang sudah masuk saat ini 2,003 juta minus perwakilan Kopenhagen, Denmark, yang berjumlah sekitar 400an orang," kata Ferry.

Ferry menduga, selisih data pada DPT Luar Negeri terkait karakter beberapa pekerja di luar negeri. "Di jazirah Arab, majikannya sangat ketat. Mereka tak diperkenankan keluar. Ada juga teman-teman yang dia pekerja tapi blm tercatat. Kalau dicatatkan secara formal dia akan dideportasi karena masuk secara ilegal," kata Ferry.

Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rayat (JPPR), M Afifuddin, mengatakan, KPU harus memberikan data dalam bentuk digital kepada tiap partai politik, Badan Pengawas Pemilu, dan lembaga pemantau yang terakreditasi. Hal itu dilakukan untuk menjamin agar DPT nantinya dapat menjadi milik semua dan bisa dicermati bersama-sama.

"Tugas KPU selanjutnya setelah DPT ditetapkan adalah menjamin masyarakat pemilih yang belum terdaftar untuk diakomodasi dalam Daftar Pemilih Khusus," papar Afifudin.


Toto Sugiarto, peneliti Soegeng Sarjadi Syndicate, mengatakan pihaknya
meragukan jika DPT bisa ditetapkan hari ini. Setidaknya, ada empat hal yang dikritik oleh Toto. Salah satunya, dari sisi proses tidak meyakinkan.

Sistem pemutakhiran tidak komperehensif dan membingungkan. "Dari tanggal 13 September sampai 13 Oktober, daerah menyandingkan DPSHP dengan DP4. itu tidak logis. Dp4 kan bahan dasar daftar pemilih untuk jadi DPT. Ini sudah pada tahap DPSHP kok disandingkan dengan dp4? Ini aneh. Harusnya cocokkan saja dengan data di lapangan saja," kata Toto. (adm)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: KPU Besok Optimistis Bisa Tetapkan DPT Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM