728x90 AdSpace

Latest News
Rabu, 02 Oktober 2013

Deklarasi Selamatkan Pulau Bangka Dihadiri Ratusan Orang

Desak Gubernur Sulut Sarundajang, Kaka ‘Slank’ dan organisasi lingkungan deklarasikan gerakan “Selamatkan Pulau Bangka dari Tambang”. Dukungan diarahkan ke petisi www.change.org/savebangkaisland.

Setelah sukses galang hampir 12.000 dukungan melalui laman petisi online Change.org, Kaka ‘Slank’ dan organisasi lingkungan gelar deklarasi “Selamatkan Pulau Bangka dari Tambang” di sebuah kafe di bilangan Kemang. Terlihat tokoh anti korupsi Teten Masduki, Direktur Wahid Institute Dr. Rumadi, penasehat Kemitraan Indonesia Adhi Santika, Koordinator Kontras Haris Azhar, pemimpin redaksi Divemag Riyanni Djangkaru, komisioner LPSK yang baru terpilih Edwin Partogi, dan presenter Jejak Petualang Medina Kamil meramaikan deklarasi tersebut.

Acara dibuka oleh Usman Hamid, lalu dilanjutkan dengan dialog “Selamatkan Pulau Bangka” dengan menghadirkan Kaka Slank, Ketua GreenPeace Indonesia Longgena Ginting serta aktivis WALHI Muhnur. Diskusi yang dipandu Direktur Komunikasi Change.org Arief Aziz. Kaka “Slank” bercerita tentang bagaimana ia tergerak untuk membuat petisi di Change.org.

“Awalnya aku ke Pulau Bangka buat diving. Udah empat kali aku diving, jadi favorit aku. Gila kan masa pulau kecil itu mau ditambang, bisa rusak,” celetuk Kaka. Kala membuat petisi itu, Kaka dibantu organisasi lingkungan seperti WALHI, Greenpeace, LMND, dan Tunas Hijau untuk mendapat data-data mencengangkan tentang penambangan di Pulau Bangka.

“Awalnya aku gak tahu-menahu soal tambang apa yang ada di sana. Terus ada temen-temen juga bantu infokan,” tambahnya.

Manager Hukum WALHI, Muhnur Satyahaprabu berargumen, “Pertambangan di pulau kecil selain merusak lingkungan dan keberadaan pulau kecil, juga illegal secara hukum. Hentikan segera pertambangan itu. Selain itu aparat yang mengintimidasi warga harus ditarik,” katanya.

“Menyelamatkan pulau-pulau kecil seperti Pulau Bangka yang terancam dari operasi tambang ini adalah menyelamatkan ekosistem bahari, menyelamatkan kehidupan kita dan planet ini,” tambah Longgena Ginting, Ketua Greenpeace Indonesia.

Direktur Komunikasi Change.org Arief Aziz menyampaikan, “Acara ini menunjukkan banyak masyarakat di luar Pulau Bangka, mendukung penduduk lokal menolak tambang. Dukungan ditunjukkan dengan petisi, donasi atau sesederhana menyebar isu ini melalui media sosial.”

Acara dilanjutkan dengan mengajak para hadirin bersama-sama membuat green tumb (jempol hijau) sebagai simbolisasi dukungan gerakan selamatkan Pulau Bangka. Terlihat antusiasme pengunjung dalam workshop itu. Setelah dibuat, pengunjung langsung memamerkan Green Thumb, berfoto bersama pengunjung lainnya dan memasangnya di media sosial.

Sebagai penutup, Kaka turut menyumbang suara bersama band The Blackstones dan pendiri Change.org Indonesia Usman Hamid. Deklarasi ini diharapkan terus sebarluaskan semangat melindungi alam dan menolak praktik pertambangan yang mengancam kelestarian ekologi. (*)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Deklarasi Selamatkan Pulau Bangka Dihadiri Ratusan Orang Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM