728x90 AdSpace

Latest News
Kamis, 26 September 2013

Pengamanan data Pemilu: Peran Lemsaneg Dikhawatirkan Berbagai Pihak

Niat mulia Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menjamin keamanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Pemilu 2014 ternyata ditanggapi beragam. Beberapa pihak mengkhawatirkan keterlibatan lembaga "security" negara ini karena jika sudah masuk di dalam sistem, tak ada satu lembaga pun yang bisa mengontrol.

Pengamat intelijen Soeripto, yang dihubungi pada Rabu (25/9), mengatakan, sekalipun ada maksud baik dari KPU dan Lemsaneg untuk mengamankan data Pemilu, namun masuknya lembaga "security" negara ini harus dihindari. Potensi penyalahgunaan wewenang akan tinggi sekali mengingat tak akan ada lembaga yang bisa menandingi kapabilitas lembaga seperti itu.

"Menurut pendapat saya, sebaiknya lembaga-lembaga negara yang berfungsi di sektor 'security' jangan dilibatkan. Alasannya, untuk menghindari potensi abuse of power. Apakah masyarakat dapat mengontrol jika terjadi hal semacam itu?" kata Soeripto.

Soeripto memastikan, lembaga negara lainnya seperti DPR, juga Lembaga Swadaya Masyarakat, atau bahkan media massa, tak akan punya kapabilitas secara teknis untuk mengontrol peran lembaga negara seperti Lemsaneg. "Paling-paling kalau sudah dibocorkan, seperti kasus Edward Snowden, baru diributkan. Jadi, sekalipun terbetik maksud baik, kita harus waspada," kata Soeripto.

Edward Snowden adalah pembocor proyek rahasia bernama PRISM yang mematai-matai lalu lintas percakapan (teks, suara, video) warga Amerika Serikat dan warga dunia. PRISM dikendalikan oleh badan keamanan Amerika Serikat (NSA) dengan cara memonitor pusat data perusahaan-perusahaan internet ternama dunia yang berbasis di Amerika Serikat.

Semua badan negara yang berkecimpung di sektor "security", kata Soeripto, akan senantiasa berkoordinasi melalui "intelligence community". Karena itu, keamanan data di tangan lembaga "security" negara tak ada jaminan lebih aman.

"Koordinasi dengan badan intelijen, di negara manapun hal itu lazim di lakukan. Bahkan hal itu bisa dilakukan diantara beberapa negara yang tak memiliki perjanjian bilateral atau multilateral," kata Soeripto.

Seperti diberitakan Kompas, KPU dengan Lemsaneg menandatangani nota kesepahaman untuk memastikan data TIK KPU aman dari berbagai gangguan. Kepala Lemsaneg Mayor Jenderal Djoko Setiadi memaparkan, pengamanan data termasuk mencakup pusat data KPU karena justru itu yang rawan.

PLT Kepala Direktorat Pengamanan Sinyal Deputi Pengamanan Persandian Lemsaneg, Pratama D Persadha, meyakinkan bahwa Lemsaneg akan bertindak netral tak memihak salah satu partai. Justru kehadiran Lemsaneg untuk memastikan teknologi yang digunakan KPU aman sehingga partai politik juga merasa percaya.

"Suara partai apapun terserah, yang akan kita jamin suara itu tak akan berubah dari daerah ke pusat, sampai pemrosesan, hingga ke penampilan untuk publik. Itu yang kita jamin," kata Pratama.Lemsaneg juga akan memastikan tak akan ada akses terhadap server dari orang yang tak berhak untuk melakukan perubahan-perubahan.


"Semua akan kita sandi, akan kita enkripsi jadi kalau ada data yang dimodifikasi kita tahu," kata Pratama. (amirsodikin.com)




  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pengamanan data Pemilu: Peran Lemsaneg Dikhawatirkan Berbagai Pihak Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM