728x90 AdSpace

Latest News
Selasa, 10 September 2013

Pemilik Master Steel Dituntut 5 Tahun

Direktur Keuangan yang juga pemilik PT The Master Steel Manufactory, Diah Soemedi, dianggap jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, terbukti menyuap dua pegawai pajak senilai 600.000 dollar Singapura. Diah dituntut dengan pidana penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta, subsider tiga bulan kurungan.

"Memohon agar majelis hakim menyatakan terdakwa Diah Soemedi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimkana diatur dan diancam dalam Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP," kata jaksa Iskandar Marwanto.

Dengan ancaman lima tahun, berarti jaksa memanfaatkan ancaman pidana maksimal seperti dalam pasal tersebut. Dalam pertimbangannya, jaksa menyebutkan tak ada hal-hal yang meringankan untuk terdakwa.

Sebaliknya, untuk hal-hal yang memberatkan, terdakwa dianggap tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. "Dengan dilatarbelakangi keinginan menghindari pajak sehingga bisa mengurangi pendapatan pajak, terdakwa juga tidak berterus terang," kata Iskandar.

Dalam pertimbangan jaksa, perbuatan Diah dilakukan dengan sadar dan tahu bahwa hal tersebut merupakan perbuatan salah dan tercela. "Pada kenyataannya terdakwa menghendaki melakukan perbuatan tersebut, sehingga terlihat adanya sikap batin," kata jaksa Iskandar.

Dengan sengaja, Diah meminta kepada dua orang pegawai pejak yaitu M Dian Irwan Nuqsira dan Eko Darmayanto selaku penyidik untuk mengupayakan agar dilakukan penghentian penyidikan atau setidaknya menyelesaikan perkara PT The Master Steel. Hal itu bertentangan dengan UU No 28/2007 tentang Perubahan Ketiga Atas UU No 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Dua anak buah Diah yang diperintahkan untuk memberikan uang, yaitu Effendy Komala dan Teddy Muliawan, dituntut dengan pidana penjara masing-masing empat tahun dan tiga tahun. Keduanya juga dituntut dengan denda masing-masing Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Kanwil Pajak Jakarta Timur menerbitkan Surat Perintah Penyidikan pada 2 April 2013 dengan tersangka dari PT Master Steel) dan Ngadiman. Pada 25 April 2013, Diah berusaha melobi DIan dan Eko agar menghentikan penyidikan tersebut.

Diah menjanjikan akan memberikan imbalan sebesar Rp 40 miliar dan Diah meminta Effendy mengatur cara penyerahan uang itu. Akhir 2013, Diah mengatakan pada 7 Mei 2013 akan memberikan uang Rp 10 miliar kepada Eko, sebagai bagian dari komitmen Rp 40 miliar.

Tanggal 6 Mei 2013, Diah memanggil Effendi dan menyerahkan uang 300 ribu dollar Singapura untuk diberikan kepada Eko dan Dian. Maka, ketiga orang tersebut merancang transaksi dengan rapi dengan lokasi yang dipilih di area parkiran Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Setelah menerima "uang muka" tersebut, Eko sengaja mengirim berkas perkara pajak tersangka Diah Soemedi tanggal 7 Mei 2013 ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta namun dibuat tidak lengkap.

"Tujuannya supaya berkas perkara dikembalikan jaksa sehingga nantinya perkara dapat diterbitkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan," papar jaksa. Pemberian uang kedua senilai 300 dollar Singapura dilakukan pada 15 Mei 2013, kali ini dilakukan di Terminal 3 Bandara Soeta. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pemilik Master Steel Dituntut 5 Tahun Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM