728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 30 September 2013

Para Pemuda Belajar Toleransi Antar Agama

Para Peserta IMYA 2013 Berfoto di depan
Patung Ibu Agung Bahari Kelenteng Maco
Kegiatan International Multifaith Youth Assembly (IMYA) 2013 yang diselenggarakan oleh Global Peace Festival Indonesia Foundation di Makassar resmi berakhir. Acara yang telah berlangsung pada 25 – 28 September 2013 di Colonial Hotel, Makassar merupakan salah satu kampanye keberagaman dan toleransi yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kesediaan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasarudin Umar, MA untuk membuka kegiatan IMYA 2013.

President Global Peace Festival Asia Pasifik Jinsoo Kim menghimbau para peserta agar tidak hanya sekedar mengikuti kegiatan IMYA 2013, namun melakukan aksi konkrit di lingkungannya. “IMYA hanyalah awalan dari sebuah upaya untuk menciptakan dunia yang lebih damai. Bagi saya potensi perdamaian harus dipelihara, agar tidak seperti tumbuhan yang bila tidak disiram kemudian menjadi kering. Saya harap apa yang kita pelajari melalui IMYA 2013 tidak dilupakan begitu saja oleh saudara-saudara sekalian, namun justru menginspirasi kita semua untuk membuat perubahan kecil dilingkungan terdekat kita.”

International Country Head Global Peace Festival Indonesia Foundation, Tokuda Yor Ching, menyatakan menekankan pentingnya visi perdamaian untuk kehidupan di masa depan. “Saya berharap semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan IMYA 2013 bisa terus menyebarkan bibit perdamaian dan cinta kasih. Apabila ingin membuat perubahan, mereka haruslah menjadi pembuat perubahan dari apa yang ingin mereka dapatkan. Khususnya untuk panitia IMYA 2013, mari membuat perubahan untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik bagi Makassar.”

Salah seorang peserta dari President University, Taris Hirzi Iman, mengungkapkan bagaimana IMYA 2013 memberi kesempatan yang sangat Ia nantikan. “Saya pernah berharap agar suatu hari mendapat kesempatan mengunjungi rumah ibadah semua agama yang ada di Indonesia. Melalui Program Tur yang disuguhkan oleh IMYA 2013, Saya bisa berkesempatan untuk melakukan hal tersebut. Terlepas dari segala perselisihan antar agama, sangat menarik bagi kita untuk mempelajari berbagai hal baru. Saya pernah belajar tentang konsep yang dianut oleh penganut konghucu, namun saya tetap tertarik untuk mendengar konsep harmoni yang mereka miliki.”

IMYA 2013 tidak hanya memberi kesempatan para peserta untuk belajar tentang keberagaman secara teori, namun juga memberi kesempatan untuk berkunjung dan berinteraksi langsung dengan para pemuda lintas keyakinan. Hal ini disampaikan langsung oleh salah seorang panitia pelaksana IMYA 2013, Rita Fatimah. “IMYA 2013 telah memberi saya kesempatan untuk bekerja dan berinteraksi langsung dengan pemuda dari latar belakang agama berbeda. Sebelumnya saya belum pernah mendapat kesempatan seperti ini.”

Selama empat hari, para peserta mendapat berbagai kesempatan untuk belajar tentang pentingnya menghargai pluralisme dan keberagaman. IMYA 2013 disusun dengan mengombinasikan berbagai kegiatan seperti dialog yang dilakukan oleh para peserta dengan keyakinan beragam, kunjungan ke tempat ibadah berbagai agama di Kota Makassar, hingga flashmob dan deklarasi perdamain di Celebes Convention Centre. (*)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Para Pemuda Belajar Toleransi Antar Agama Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM