Latest Post

Bawaslu Pulihkan 8 Calon DPD dan 2 Partai Politik

Written By Endonesia.COM on Rabu, 02 April 2014 | 12.14

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali mengeluarkan keputusan untuk memulihkan hak konstitusional delapan calon Anggota DPD dan dua partai politik, Selasa (1/4). Dalam keputusannya, tersebut hampir semua pemohon dikabulkan permohonannya dengan alasan prosedur dan situasional.

“Kita (Bawaslu ,-red) tidak hanya mempertimbangkan aspek prosedural yakni diserahkan 14 hari sebelum masa kampanye terbuka dimulai, tetapi juga pertimbangan subjektifitas,” kata Ketua Bawaslu Muhammad usai mengeluarkan Keputusan Bawaslu terkait permohonan sengketa pemilu, di Jakarta, Selasa (1/4).

Menurut Muhammad, subjektifitas yang dimaksud yakni Bawaslu mempertimbangan kondisi-kondisi yang tidak dapat diprediksi yang kemungkinan besar menimpa calon-calon tersebut, sehingga terlambat untuk menyerahkan laporan awal dana kampanye. Selain itu, faktor geografis dan akses transportasi yang juga kerap menjadi halangan juga menjadi salah satu pertimbangan Bawaslu untuk memulihkan hak konstitusional pemohon.

Namun, tambah Muhammad, pihak pemohon yang dikabulkan permohonannya oleh Bawaslu tidak semata-mata otomatis kembali menjadi peserta pemilu. Mereka harus dapat melengkapi berkas-berkas laporan awal dana kampanye hingga tenggat waktu yang ditetapkan dalam amar keputusan Bawaslu.

Keputusan Bawaslu mengabulkan permohonan peserta pemilu yang terlambat didasarkan juga pada Undang-Undang No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014, yang menyatakan peserta pemilu wajib menyerahkan laporan awal dana kampanye paling lambat 14 hari sebelum kampanye terbuka dimulai. Beberapa peserta pemilu yang didiskualifikasi oleh KPU, menyerahkan laporan awal dana kampanye masih pada jangka waktu 14 hari, walaupun KPU mengeluarkan surat edaran dengan batas waktu pukul 18.00 WIB.

Lebih lanjut Muhammad mengatakan bahwa keputusan Bawaslu tidak bisa diganggu gugat karena bersifat final dan mengikat. Oleh karena itu, KPU wajib menindaklanjuti setiap keputusan sengketa Bawaslu terutama soal diskualifikasi caleg dan partai politik tersebut.

“Keputusan sengketa pemilu di Bawaslu bersifat final dan mengikat. Jika diputuskan Bawaslu yang bersangkutan (pemohon) memenuhi syarat, maka KPU wajib mengembalikan hak pemohon, namun jika sebaliknya maka pemohon tetap dicoret,” pungkas Muhammad.

Hingga Selasa (1/4) malam, Bawaslu sudah memberikan keputusan terhadap 15 pemohon, diantaranya empat partai politik dan 12 Calon Anggota DPD. Satu sengketa, yakni sengketa antara Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pelalawan dan KPU, berakhir dengan kesepakatan damai dengan disepakatinya PAN Kabupaten Pelalawan untuk kembali menjadi peserta pemilu setelah melakukan beberapa kali musyawarah.

“Mudah-mudahan pada tanggal 4 April 2014 nanti, semua keputusan sudah bisa dikeluarkan oleh Bawaslu, sehingga tidak menghambat peserta pemilu dan penyelenggara pemilu dalam melaksanakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara sesaat lagi,” tambah Muhammad. (*)

Valeria Rebut Tiket Final

Written By Endonesia.COM on Minggu, 09 Maret 2014 | 08.25

YOGYAKARTA – Finalis BSI Proliga musim lalu, Manokwari Valeria Papua Barat berhasil rebut tiket menuju putaran final setelah mengalahkan juara bertahan Jakarta Popsivo PGN dengan skor 3-1 (25-17,25-20,21-25,25-16) pada Seri Dua Putaran Final Four Kompetisi BSI Proliga 2014 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (7/3) malam.

Meskipun berhasil menang, namun Pelatih Valeria Eko Waluyo merasa anak-anak asuhnya belum bermain maksimal. Pasalnya, saat berhadapan dengan Popsivo, ritme permainan Novriali Yami dan kawan-kawan terkesan lama. Pada putaran final four ini, Valeria pun ingin tampil sebagai juara putaran untuk mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 30 juta.

“Sejak set awal sudah bermain lama, dan kami ‘kena batunya’ pada set ke tiga. Putaran final four ini memang tidak boleh main-main. Meski sudah dipastikan melaju ke final namun bukan berarti kami akan menyerah di laga selanjutnya,” ujar Eko.

Valeria (11 poin) dipastikan akan berhadapan dengan Jakarta Pertamina Energi (10 poin) pada laga final yang akan di selenggarakan di Jakarta, Sabtu (15/3) mendatang. Sementara Popsivo Polwan (3) akan berhadapan dengan Jakarta Electric PLN (0) untuk memperebutkan posisi tiga dan empat.

Pelatih Popsivo Muhammad Ansori mengaku kecewa bahwa timnya gagal untuk meneruskan gelar juara bertahan yang sudah diperolehnya musim lalu. “Kecewa, namun bukan terkait kalah atau menang. Tapi terhadap keputusan wasit yang merugikan kami setiap set. Ini moment penting. Walaupun peluang (final) tertutup, tapi kami tetap akan ngotot menghadapi laga selanjutnya,” ujar mantan pelatih Tim Nasional Voli Putri pada SEA Games 2013 lalu. (tha)

Bank SumselBabel Telan Pil Pahit Kedua

YOGYAKARTA – Juara bertahan tim putra Palembang Bank SumselBabel kembali menelan pil pahit keduanya pada laga lanjutan Seri Dua Putaran Final Four Kompetisi BSI Proliga 2014 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (8/3). Bank SumselBabel harus bertekuk lutut dihadapan Pertamina dengan skor telak 0-3 (16-25,21-25,18-25). Hasil ini membuat perebutan tiket menuju laga final pada tim putra semakin ketat.

Trainer Bank SumselBabel Memet Tarmedi mengatakan bahwa banyak faktor yang menjadi penyebab kekalahan timnya, baik dari segi teknis maupun non teknis. Kekalahan Bank SumselBabel atas Samator pada Jumat (3/8) kemarin membuat Bank SumselBabel tidak maksimal. Pertamina juga mampu menyerang receive Bank SumselBabel dengan mudah.

“Pertamina bermain lepas, servis mereka lebih nyerang. Kondisi blok bagus dan fokus di tosser kami. Sehingga kami tidak bisa bermain variasi. Emosi pemain belum stabil akibat pertandingan sebelumnya, stamina pemain juga habis setelah bermain panjang. Tensi pertandingan tinggi dan anak-anak terbebani karena ini pertandingan kunci. Niat ingin mengambil namun tidak ditunjang dari sektor permainan,” jelasnya.

Berbeda dengan Bank SumselBabel, Pertamina berhasil bangkit dari keterpurukan. Ya, kekalahan Pertamina dari Jakarta Electric PLN membuat Coach Putra Pertamina Johan Verstappen mengantisipasi lawan dengan melihat video-video pertandingan Bank SumselBabel. Hal inilah yang membuat Pertamina berhasil memblok dua amunisi asing asal Cuba Raydel Poey Romero seta Ismael Luke Fernandez yang merupakan motor Bank SumselBabel.

“Bisa dilihat dari mata serta gerakan pemain. Bahwa kami siap untuk final. Mereka mengikuti instruksi pada saat latihan, dan bila itu dilakukan, Pertamina menjadi tim yang komplit. Kami menang bersama, dan kami kalah bersama. Semua kami lakukan bersama. Ini yang membuat pemain bisa fokus,” ujar Johan yang berasal dari Negeri Kincir Angin itu.

Pertamina mengumpulkan 9 poin, dan Bank Sumsel Babel baru mengoleksi 7 poin dari lima pertandingan yang sudah mereka lewati di putaran final four musim ini. Perebutan tiket menuju partai final semakin ketat karena keempat tim putra masih mempunyai peluang. (tha/voliindonesia.com)

Samator Melangkah ke Partai Final

YOGYAKARTA – Tim voli putra Surabaya Samator berhasil melangkah ke partai final setelah mengalahkan Jakarta Electric PLN dengan skor 3-1 (23-25,25-20,25-20,25-16) pada laga lanjutan Seri Dua Putaran Final Four Kompetisi BSI Proliga 2014 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (8/3). Dengan kekalahan ini, langkah Electric PLN untuk masuk ke partai final tertutup.

Kalah pada set pertama tak membuat I Putu Randu dan kawan-kawan patah arang untuk menang atas Electric PLN. Terlebih lagi, ambisi untuk raih tiket partai final ditentukan oleh pertandingan ini. “Tim kurang enjoy pada set awal. Ini masalah mental, sejak awal saya sudah bilang jangan kemrungsung dan harus fokus. Kalau mental sudah kena duluan pasti goyang dan akan melakukan kesalahan yang tidak seharusnya,” terang Pelatih Samator Ibarjah Djanu.

Meski sudah lolos ke babak final, namun bukan berarti Samator akan menyerah saat berhadapan dengan Jakarta Pertamina Energi, Sabtu (9/3) mendatang. Juara Proliga 2009 itu berniat untuk sebagai juara putaran untuk mendapatkan hadiah sebesar Rp 30 juta.Terlebih lagi, Pertamina berhasil mengalahkan Samator pada laga Final Four di Bandung Minggu (2/3) lalu.

“Kami tidak akan memilih lawan (di final, red). Semua lawan sama, namun yang jelas kami rindu untuk tampil sebagai juara,” ujar mantan pelatih Tim Nasional Voli Putra pada SEA Games 2013 lalu itu. (voliindonesia.com)

Putri Pertamina Kembali Bakar Popsivo

YOGYAKARTA – Putri Jakarta Pertamina Energi kembali bakar juara bertahan. Ya, tim yang di komandoi oleh Amalia Fadjrina itu berhasil membekuk Jakarta Popsivo PGN dengan skor 3-1 (19-25,25-16,25-19, 25-17) pada laga lanjutan Seri Dua Putaran Final Four di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (8/3) malam.

Meskipun berhasil memenangkan pertandingan, namun peforma srikandi-srikandi Pertamina kurang bertaji, terutama dalam hal receive. Hal itu dikarenakan, libero Yulis Indahyani sedang cedera. “Cedera lututnya (Indah, red) sedang kambuh, hal itu sangat berpengaruh. Kami agak kerepotan karena receive keserang,” terang pelatih Putri Pertamina Octavian seusai pertandingan.

Selanjutnya, Pertamina akan bertemu dengan Manokwari Valeria Papua Barat pada pertandingan, Minggu (9/3). Partai ini merupakan penentu juara putaran empat besar pada tim putri. Sekaligus, pertandingan pra-final antar kedua tim sebelum berlaga di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (15/3) mendatang.

“Saya belum bicara dengan anak-anak, apakah mau tetap fight untuk mendapatkan hadiah Rp 30 juta (Putaran Final Four, Red) atau mau jaga kondisi (final, red),” terang mantan asisten pelatih Tim Nasional Voli Putra Tim SEA Games 2013 lalu.

Salah satu pemain Pertamina Komang Bumirekta mengatakan dia tetap ingin berjuang maksimal untuk menghadapi Valeria nanti. “Saya sendiri maunya tetap fight, tapi fokus utamanya ke final dan mengatur strategi untuk partai final serta membangun mental karena kami sempat kalah (dengan Valeria, red) dan itu cukup berpengaruh ke kita,” terang setter Tim Nasional Putri pada SEA Games 2013 lalu itu. (tha/voliindonesia.com)

Putri Electric PLN Akhirnya Dulang Poin

YOGYAKARTA – Tak lolos partai final, tak membuat tim voli putri Jakarta Electric PLN tak bersemangat hadapi laga lanjutan Seri Dua Putaran Final Four Kompetisi BSI Proliga 2014 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (8/3) malam. Berlian Marsheila dan kawan-kawan akhirnya berhasil mengoleksi poin setelah menumbangkan Manokwari Valeria Papua Barat dengan skor 3-1 (25-27,22,21,20)

Asisten pelatih putri Electric PLN Markoji mengatakan kemenangan timnya dikarenakan anak-anak asuhnya tampil tanpa tekanan. “Akhirnya kami bisa mencetak poin, anak-anak bermain lepas tanpa beban. Hal yang terpenting yang dipikirkan bagaimana bermain baik, dan kami berhasil,” terang Markoji saat ditemui seusai pertandingan.

Sementara itu, Asisten Pelatih Valeria Dedi Setiawan mengatakan kekalahan timnya dikarenakan faktor fisik. Pasalnya, pada laga sebelumnya Valeria berhadapan dengan Electric PLN hingga pukul 11.30 WIB. Kondisi inilah yang membuat amunisi asing Valeria Cindy Raminez gagal memblok serangan-serangan Electric.

“Anak-anak kelelahan. Istirahat kami kurang. Bukan meremehkan lawan, tapi mungkin di set awal anak-anak terlena dan jadi mengikuti ritme Electric PLN. Saat kami naik, kami sulit mengejar,” terang Dedi. (tha/voliindonesia.com)

Demi Logistik, KPU Tambah DPT

Written By Endonesia.COM on Jumat, 07 Maret 2014 | 12.08


Demi mengejar ketersediaan logistik surat suara, Komisi Pemilihan Umum memasukkan data pemilih baru ke dalam Daftar Pemilih Tetap, yang seharusnya tak boleh dilakukan. Menurut aturan dan kesepakatan, seharusnya KPU hanya memutakhirkan DPT hingga 14 hari sebelum pemungutan suara dan tak boleh menambah data baru, kecuali jika ada rekomendasi Bawaslu.

Komisioner KPU, Hadar N Gumay, ditemui di Jakarta, Kamis (20/2), mengakui bahwa langkah itu tak boleh dilakukan KPU. Namun, KPU sudah mengantongi rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu soal penambahan DPT dari data pemilih yang baru, sehingga langkah KPU menjadi legal.

“Tambahan data DPT itu rekomendasi dari Bawaslu. Kalau tak melayani, ada potensi kekurangan surat suara menjadi besar,” kata Hadar. Dalam berbagai kesempatan, KPU berkali-kali menyatakan DPT tak akan bertambah tapi justru akan berkurang.

Diketahuinya penambahan itu baru disadari berdasarkan data DPT per 15 Februari yang mencapai 185.822.507, lebih besar dibanding DPT per 23 Januari yaitu 185.813.540. DPT Luar Negeri juga bertambah menjadi 2.025.005 per 15 Februari, dibanding sebelumnya per 4 November 2.010.280.

Alasan penambahan itu, kata Hadar, ada dua hal. Pertama karena ada daerah yang terlambat menyetorkan DPT yaitu Papua dan Papua Barat. Kedua, ada data masukan baru dari daerah, misalnya baru diketemukannya daftar pemilih dari Lembaga Pemasyarakatan yang sebelumnya tak terdata.

Juga, ada di beberapa daerah yang ditemukan banyak calon pemilih yang belum masuk DPT, bahkan di Malaysia juga ditemukan di lokasi perkebunan yang belum masuk DPT. “Buat kami, mereka harus diajak dimasukkan dalam DPT,” kata Hadar.

Hadar mencontohkan, ada daerah yang tertinggal 600 calon pemilih, jika tak dimasukkan DPT mereka tak akan dapat jatah surat suara karena UU hanya mendasarkan penyediaan logistik untuk pemilih di DPT. Seharusnya mereka dimasukkan dalam Daftar Pemilih Khusus, namun jumlah sebanyak itu setara bahkan lebih untuk satu TPS.

“Kalau dibangunkan satu TPS, mereka tidak akan dapat surat suara (karena masuk DPK bukan DPT), kalo dipecah surut ke TPS sekitarnya akan jauh, ada masalah aksesibilitas nantinya,” kata Hadar. Dengan masalah seperti itu, KPU akhirnya membuat kebijakan yang berbeda dengan kata undang-undang.
Bagi Hadar, buat apa menjamin hak memilih seseorang dalam DPK jika nantinya akhirnya tak ada jaminan logistik surat suara. Dengan berbekal surat rekomendasi dari Bawaslu, maka perubahan yang dilakukan KPU menjadi legal karena semua rekomendasi Bawaslu, kata Hadar, sifatnya wajib dijalankan oleh KPU. (AMR)